Amelia's Multiply Site

HomeWelcomeMay 18, 2005
Welcome to Amelia's home page! Thanks for stopping by. Please check out all my pages, and drop me a line to say hi.

Blog EntryPeluncuran BukuJun 15, '07 5:22 AM
for everyone

Tidak akan berkesan tanpa kehadiran teman-teman

 

Peluncuran Buku Bila Nurani Bicara 3, di plaza Nusantara V, gedung DPD-RI Senayan. Bersama Neno Warisman, Leonardo Stoute, tokoh spiritual Muslim USA.

 

Ditunggu kehadirannya.

Amelia Naim Indrajaya, penulis


EventPeluncuran Buku Bila Nurani Bicara 3Jun 15, '07 5:16 AM
for everyone
Start:     Jun 18, '07 1:00p
End:     Jun 18, '07 4:00p
Location:     DPR-DPD RI, Senayan
Diharapkan kehadiran teman-teman pada peluncuran buku Bila Nurani Bicara 3, yang insya Allah akan diadakan pada 18 Juni 2007 pukul 13.00 pm di Plaza Nusantara V, gedung DPD-RI, Senayan.

Blog EntryHari hari PembelajarankuMar 26, '07 5:37 AM
for everyone

Keindahan dunia ternyata dapat dirasakan dari hari demi hari penuh pembelajaran kehidupan. Ketika hati bertekad untuk menyerap hikmah kehidupan, ternyata keindahan muncul dari berbagai sudut pandang. Dari perjuangan hidup seorang pemulung sampai pada prinsip hidup seorang konglomerat semuanya mengandung berbagai mutiara pembelajaran yang terlalu berharga untuk disimpan sendiri. Oleh sebab itu kisah itu kini dirajut menjadi sebuah buku Bila Nurani Bicara ke 3 dengan judul Kisah Spiritual dari Bumi Pertiwi. Sesuai namanya kisah-kisah itu semua terjadi di bumi nusantara yang menyimpan sejuta pesona. Bagi teman-teman yang ingin meluangkan waktu untuk hadir di peluncuran buku ini. Mohon mengirim email alamat lengkap ke amelianaim@yahoo.com. Terimakasih. Tiada keindahan tanpa kemampuan untuk berbagi pembelajaran.

Salam,

Amelia Naim Indrajaya

 

 


 

Alhamdulillah, buku Bila Nurani Bicara 2, Hikmah Tanah Suci telah terbit berkat rakhmat dan karunia Nya serta inspirasi dan masukan dari teman-teman semua. Tiada kesan tanpa komentar dan input dari teman-teman semua.

Cuplikan back cover buku Bila Nurani Bicara II, Hikmah Tanah Suci, Penerbit Hasanah

Sebuah perjalanan, senantiasa meninggalkan kesan yang mendalam. Terlebih bila itu adalah sebuah perjalanan suci, napak tilas dari prosesi agung nabi yang mulia. Memang perjalanan haji dan umrah itu bukan perjalanan biasa. Dengannya, seorang hamba yang biasa-biasa saja, dapat melakonkan peran nabi yang luar biasa. Dengannya seorang hamba yang biasa-biasa saja, dapat menarik pengalaman batin luar biasa saat menjiwai langkah sejarah dari seorang Rasul pilihan Allah. Sesungguhnya tiada kata yang dapat melukiskan kedalaman rasa saat menunaikan ibadah haji dan umrah. Namun kesan dan perjumpaan dengan berbagai umat dengan tekad ketauhidan yang sama, telah menorehkan pembelajaran sebegitu rupa, yang terlalu indah bila tidak dinukilkan dalam untaian kata. Inilah sebuah upaya sederhana untuk mencoba melukiskan keindahan dan kedalaman makna, saat beribadah di tanah suci.

Komentar Prof. Dr. Komaruddin Hidayat

Buku ini tidak berpretensi berdakwah tentang Islam, melainkan sebuah ekspresi, refleksi dan rekaman kesyahduan dan keindahan ketika hati penulisnya memperoleh kilatan keagungan dan kasih Allah di Baitullah sehingga merasakan makna Ihsanl. Yaitu keintiman dengan Nya yang tentu saja tidak mungkin diteorikan dan dijelaskan dengan kata-kata. Namun demikian, lewat buku ini pembaca diajak untuk berempati, berimajinasi dan menghayati keagungan Allah dengan bahasa hati.

Komentar Neno Warisman

Melalui tulisannya saya selalu menemukan mutiara demi mutiara iman yang kemilau bercahaya dan bertabur dalam pemikirannya. Amelia, karya tulisannya (baca: suara nurani bersih) selalu membuat saya terlahir kembali ingin menjadi hamba. Ingin ikut jejak Amelia.

Komentar Taufiq Ismail

Esensi ibadah haji digapai oleh Amelia Naim Indrajaya, melalui proses perenungan ritual dalam kisah dan larik-larik puisinya, yaitu melebur jadi satu dalam cinta Allah.

Seperti buku Bila Nurani Bicara sebelumnya, terbitan Hikmah Mizan, buku ini mungkin juga akan mengalami masalah dalam distribusinya. Buku pertama meski sudah cetakan ke empat tidak dapat dijumpai di toko-toko buku. Untuk mengatasinya, saya membutuhkan input dari teman-teman gramedia mana saja yang tidak mengedarkan buku-buku tersebut. Dan bagi ingin yang memesan langsung akan mendapat diskon 25 % dari harga jual toko buku 25.000. Tentunya boleh dengan special request, ditulisi pesan-pesan khusus untuk dipersembahkan pada seseorang.  So let me know. My cell phone number 0818 924 263 star one 301 402 78.

Thanks. Can't wait for your input.

Wassalam, Amelia Naim Indrajaya

 

 

 


MusicI'tirafOct 31, '06 7:43 PM
for everyone
My inspiring song
01 I'tiraf KOLEKSI NASYID TERBAIK RAIHAN 

Bangsa Indonesia selalu merasa silau dengan segala yang berbau Barat. Kecenderungannya, segala sistem berbau Barat, segera diserap dan digunakan, seolah mendewakan sistem yang dianggap paling mumpuni. Namun ternyata kini malah sang penemu sistem sendiri yang mulai menyadari betapa berbahayanya jalan yang selama ini mereka tempuh. Satu persatu pilar konsep Barat digugat. Kapitalisme dihujat sebagai penanggung jawab terjadinya perusahaan dengan mentalitas psikopat; Menghalalkan segala cara demi kepentingan segelintir pemilik saham utama. Atas nama kapitalisma, terbukti perusahaan-perusahaan vital Indonesia yang mengurusi bumi, air dan kekayaan alamnya sendiri mulai dimiliki oleh pihak asing, yang niat  satu-satunya hanyalah untuk mengeruk keuntungan pribadi mereka sebesar-besarnya dengan biaya serendah-rendahnya (termasuk tak ada jaminan transfer ilmu maupun teknologi). Berikut yang jadi sasaran hujatan adalah sistem pasar bebas. Laissez Faire atau apalah namanya, yang mendewakan sistem liberalisme pasar. Pihak Barat sendiri  kini terpana dengan akibat yang ditimbulkan oleh sistem pasar bebas itu. Meminjam kata Karl Polanyi dalam bukunya The Great Transformation, "Telah terjadi transformasi besar, bukan ke arah kesejatheraan tapi ke arah penindasan dan kehancuran. Berhala self regulating market telah melahirkan kekacauan. "The origins of the catastrophe lay in the Utopian endeavour of economic liberalism to set  up a self-regulating market system." (Polanyi)

Contoh mudahnya kita temui pada negara tetangga Malaysia. Dengan konsistensi peraturannya yang memprioritaskan perkembangan kaum pribumi, kesenjangan dan jurang pemisah berhasil dicegah, kestabilan ekonomi tercapai, dan Malaysia menikmati status mereka sebagai saudara serumpun yang berjaya. Pada sisi lain Indonesia yang telah setia didikte oleh World Bank dan segala antek Barat, semakin terpuruk dalam kubangan BLBI dan berbagai kebijaksanaan yang tidak berfokus pada rakyat. Monopoli merajalela, yang bahkan di negara Barat pun jelas-jelas telah menyalahi undang-undang antimonopoly. Di Indonesia segelintir orang dapat memegang usaha mulai dari hulu sampai hilirnya. Dalam kondisi begini tidak akan terjadi persaingan yang sehat. Rakyat sama sekali tidak memperoleh kesempatan. Semua kebijaksanaan jangka pendek ini jelas akan menuai badai.  Bila Barat saja sudah terbuka matanya dengan segala kekeliruan ini, bagaimana dengan para pengambil keputusan di Indonesia? Tidak cukupkah semua kenyataan ini membukakan matamu? Sudah cukup rasanya menyaksikan petaka akibat kapitalisme dan sistem liberalisme pasar yang kebablasan. Saatnya untuk membangkitkan rasa percaya diri, dan menerapkan sistem yang digali dari ranah budaya sendiri. Mari kawan, urun rembug terbuka.


Blog EntryPuasa, upaya manusia meneladani AllahOct 10, '05 10:16 AM
for everyone

Banyak sudah kajian puasa yang kita dengar dan saksikan di media sekitar kita. Umumnya kajian adalah seputar masalah fiqih, kajian dari sudut hukum puasa. Seminggu yang lalu saya berkesempatan mendengarkan kajian puasa langsung dari Pusat Studi Qur'an dengan Ustad Quraish Shihab. Beliau mengajukan pertanyaan yang menarik minat, mengapa dikatakan "Diwajibkan atasmu berpuasa" dan bukannya Allah mewajibkan atasmu berpuasa...?"  Analisa beliau boleh jadi karena bukan hanya Allah yang mewajibkan, namun manusia juga berupaya mewajibkan dirinya berpuasa. Mengapa? Karena dalam proses kehidupannya manusia selalu berupaya mencari kesempurnaan. Namun ternyata kesempurnaan hanyalah milik Allah. Hingga timbullah hasrat untuk meneladani Sang Khalik. Dengan berpuasa, manusia berupaya meneladani Yang Maha Kuasa.  Ber shaum, shaum - menahan diri.

Itulah sebabnya Puasa mu untuk Ku dan Aku yang memberikan ganjarannya. Arti: untuk Ku karena telah meneladani Aku.

Jadi kalau selama ini kita melakukan puasa dengan tidak mengkonsumsi makanan/minuman dari mulai terbit fajar sampai terbenam matahari, maka itu baru puasa dari tinjauan hukum. Tapi apakah kita sudah melakukannya sesuai tinjauan substansi, yaitu menahan diri/nafsu dalam upaya meneladani sifat-sifat Allah yang Rahman dan Rahim? 

Selamat berpuasa, bagi yang menjalankan ibadah puasa.  Semoga mampu menjadi wakil Nya yang amanah di muka bumi. Amin

 


Blog EntryAction is PowerMay 21, '05 5:10 AM
for everyone

Ini cuplikan dari Andrew yang indah tentang Action is Power

Action is Power: Tindakan adalah Kekuatan

"There is no success without hardship.Tidak ada kesuksesan tanpa kerja keras"(Sophocles)


Setiap manusia pasti mempunyai impian, entah impian yang sederhana hingga yang kompleks. Tetapi tidak jarang diantara kita menghadapi hari-hari yang penuh keputus-asaan. Semakin ingin meraih mimpi itu, tetapi semakin sulit rasanya berpindah dari tempat semula.

Namun kehidupan saya sekarang sudah lebih menyenangkan dibandingkan sebelumnya, karena saya telah berhasil mencapai beberapa impian. Walaupun akhirnya saya berhasil menjadi lebih maju dari sekian banyak orang, tetapi diantara tumpukan kesibukan, saya berusaha mengevaluasi mengapa kesuksesan itu masih sangat sulit diraih oleh sebagian besar manusia di dunia ini.

Memang banyak faktor yang berpengaruh terhadap tercapainya kesuksesan. Tetapi menurut saya, tanpa adanya tindakan konkrit maka mimpi-mimpi itu lambat laun hanya akan menjadi catatan kecil dalam sejarah hidup kita. Tanpa kerja keras, maka setiap problema yang muncul akan makin mengganjal usaha meraih mimpi-mimpi.

Kemudian saya teringat sebuah pepatah yang mengatakan, "No dream comes true until you wake up and go to work. Tidak akan ada satupun impian menjadi kenyataan hingga kau bangun dari tidurmu dan bekerja." Jacob Bronowski juga menegaskan hal itu, "Dunia ini hanya dapat dimenangkan dengan tindakan, bukan dengan permenungan. Tangan adalah sisi tajam dari pikiran."

Sayapun menghadapi tantangan, menghambat atau menghalangi usaha. Tetapi kehidupan ini memang dipenuhi oleh pekerjaan-pekerjaan sulit. Saya berpegang pada sebuah pepatah Tionghoa yang mengatakan, "Janganlah takut lamban; takutlah hanya kepada tiadanya tindakan."

Hal itu sangat masuk akal, sebab tindakan atau kerja keras menimbulkan sensasi kekuatan atau semangat yang lebih besar. Kerja keras sangat mempengaruhi perkembangan kehidupan saya. Kerja keras selama ini menjadi teman yang paling setia membantu mewujudkan apa-apa yang saya inginkan dan meningkatkan rasa percaya diri.

Jika seseorang telah berhasil menyelesaikan tugas, maka ia akan lebih bersiap untuk menjalankan tugas lain yang mungkin lebih berat. Tindakan kerja yang nyata merupakan latihan berpikir kreatif dan menguatkan diri untuk menciptakan alternatif dan langkah-langkah efektif berikutnya. Selanjutnya, tindakan kerja menyebabkan seseorang tidak dapat berhenti bekerja.

Sikap demikian sejalan dengan arus kehidupan yang tidak pernah berhenti. "Life is often compared to a marathon, but I think it is more like being a sprinter; long stretches of hardwork punctuated by brief moments in which we are given the opportunity to perform at our best, Hidup ini seringkali diibaratkan seperti lari maraton. Menurut saya, kehidupan adalah sebuah kesempatan yang sangat sempit. Tetapi kita harus mengekspansi diri dengan bekerja keras," kata Michael Johnson.

Oleh sebab itu, kita harus cepat bergerak dan melakukan tindakan-tindakan yang berarti. Jangan berhenti berusaha dan bekerja sebab hal itu akan menyebabkan kita kehilangan momentum kesuksesan. Jangan menganggap bekerja sebagai sebuah beban, melainkan kesenangan. Karena pada dasarnya, bekerja adalah sebuah kesempatan besar untuk mengekspresikan diri dan indahnya kehidupan dengan cara yang keras dan nyata.

Kemudian saya berkesimpulan bahwa semakin cepat seseorang menerapkan tips bekerja keras, maka semakin cepat ia menciptakan kehidupan yang lebih sukses. Tetapi pertanyaannya sekarang adalah, "Apakah pekerjaan yang sudah diperbuat setiap hari semakin mendekatkan diri kita terhadap impian itu?"

Jika belum, maka lakukan beberapa tips bekerja yang dapat mendekatkan diri terhadap impian. Pertama adalah menetapkan impian secara spesifik. Kemudian menuliskan dan meletakkan tulisan itu di tempat-tempat yang mudah dilihat atau sesering mungkin dibaca atau saya sering menyebutnya autosuggestion.

Kedua, adalah mengidentifikasi hambatan yang menghalangi, dan menghindarinya. Dengan demikian kita dapat bertindak efektif, tidak sekedar efisien. Fokus merupakan tindakan kerja yang efektif, barulah lakukan efisiensi sewajarnya. Jalankan semua itu dengan komitmen yang tinggi atau penuh kesungguhan.

Pada akhirnya, banyak-banyaklah belajar dari impian yang ada. Setidaknya kita harus banyak memetik hikmah dari proses pencapaian itu. Namun yang terpenting dari semuanya adalah persiapkan diri  dengan baik dan lakukanlah sesuatu. Kata Jennifer Amafibe, "A step to hardworking can lead to a step of a thousand successes. Sebuah tindak kerja keras mengarah selangkah lebih dekat pada ribuan kesuksesan." Sebab kesempatan yang baik seringkali tidak datang dua kali.*

Sumber: Action is Power, by Andrew Ho


Blog EntryBerbagi Makna KehidupanMay 19, '05 5:00 AM
for everyone

Ada makna dalam setiap peristiwa. Ketika makna itu menggetarkan nurani, di situlah sisi spiritualitas hadir. Ketergetaran nurani bisa muncul kapan dan di mana saja. Seringkali perjumpaan yang sesaat dapat memberi kesan dan renungan yang begitu dalam. Bahkan tidak jarang kita dapat belajar banyak dari pergaulan dan perjumpaan dengan beragam "warna" umat manusia yang bertebaran di muka bumi ini. Suka, duka, derita, dan tawa bahagia mereka, dapat membuat kita lebih banyak belajar tentang kehidupan.

Begitu banyak kisah berkesan yang telah terjadi dari berbagai perjumpaan. Kisah hidup penuh makna ini akan jadi syiar yang indah bila kita dapat saling berbagi. Tiada guru yang lebih bijak dibanding pembelajaran langsung dari alam dan kehidupan. Di sana tidak ada pengkotak-kotakan mana yang berperan sebagai guru dan yang berperan sebagai murid. Tapi dalam prosesnya kita sama-sama menyerap hikmah dengan langsung merasakan prosesnya dalam setiap denyut nadi kehidupan. Tidak hanya mempelajari tapi merasakan langsung dari relung kalbu yang terdalam.  Jadi mengapa takut berbagi pengalaman spiritual, marilah sama-sama merasakan, marilah berbagi hikmah kehidupan. Biarkan nurani berbicara.....


© 2010 Multiply   About · Blog · Terms · Privacy · Corporate · Advertise · Translate · API · Contact · Help

Template design - Copyright © 2005 sonnenvogel.com All rights reserved.